Mengenal Kerajaan Singasari

Tujuan pembelajaran : peserta didik dapat memahami dan menjelaskan sejarah kerajaan Singasari

Halo teman-teman. Kali ini kita akan menuju ke pulau jawa bagian timur. Dahulu, di Jawa Timur ini berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Singasari. Kerajaan ini diperkirakan berpusat di dekat Kota Malang. Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok pada tahum 1222 M. Menurut kitab Pararaton, Ken Arok adalag anak seorang petani dari Desa Pangkur, di sebelah timur Gunung Kawi, daerah Malang.

Sebelum mendirikan kerajaan Singasari, Ken Arok adalah seorang abdi  Akuwu (bupati) Tumapel, bernama Tunggul Ametung. Setelah beberapa lama mengabdi, Ken Arok berkeinginan memperistri Ken Dedes, istri Tunggul Ametung. Ken Arok membunuh Tungggul Ametung dengan keris Mpu Gandring. Setelah Tunggul Ametung terbunuh, Ken Arok menjadi penguasa Tumapel dan memperistri Ken Dedes yang saat itu sudah mengandung tiga bulan hasil perkawinan dengan Tunggul Ametung.

Tumapel hanya daerah bawahan Raja Kertajaya dari Kediri. Ken Arok ingin menjadi raja. Sehingga pada tahun 1222 M Ken Arok atas dukungan pendeta melakukan serangan ke Kediri, bertempur di Ganter, dekat Pujon, Malang. Raja Kertajaya berhasil ditaklukkan, maka seluruh wilayah Kediri dipersatukan dengan Tumapel dan lahirlah kerajaan Singasari.

Raja – Raja yang pernah memimpin Singasari dan kehidupan politiknya

  • Ken Arok ( 1222 – 1227)

Sebagai pendiri kerajaan, Ken Arok tampil sebagai raja pertama Singasari dan bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Ken Arok hanya memerintah kerajaan Singasari selama lima tahun. Ken Arok dibunuh oleh seorang pengalasan atau pesuruh dan batil, atas perintah Anusapati (putra Ken Dedes dengan Tunggul Ametung, anak tiri Ken Arok) pada tahun 1227. Jenazah Ken Arok dicandikan di Kagenengan  dalam bangunan perpaduan Syiwa-Budha.

  • Anusapati ( 1227-1248)

Setelah Ken Arok terbunuh tahun 1227, Anusapati naik tahta. Selama memerintah 21 tahun, Anusapati belum banyak berbuat untuk pembangunan kerajaan. Peristiwa terbunuhnya Ken Arok sampai juga ke telinga Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken Umang). Karena mengetahui pembunuh ayahnya adalah Anusapati, maka Tohjoyo ingin balas dendam dengan membunuh Anusapati. Tohjoyo membunuh Anusapati dengan mengajak Anusapati menyabung ayam, kemudian pada saat itulah Anusapati dibunuh. Anusapati dicandikan di Candi Kidal dekat kota malang sekarang.

  • Tohjoyo (1248)

Setelah membunuh Anusapati, Kerajaan Singasari direbut oleh Tohjoyo. Namun, Tohjoyo memerintah Kerajaan Singasari tidak lama sebab putra Anusapati yang bernama Ranggawuni berusaha membalas kematian ayahnya. Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya, Ronggowuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian menduduki singgasana.

  • Ronggowuni (1248 – 1268 M)

Setelah membunuh Tohjoyo, Ronggowuni berhasil naik tahta kerajaan Singasari tahun 1248 dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana. Ia didampingi oleh Mahesa Cempaka dan bergelar Narasimhamurti dan berkedudukan sebagai Ratu Anggabaya. Dibawah peemerintahan Ronggowuni dan Mahesa Cempaka hidup aman dan tenteram. Kehidupan rakyat mulai terjamin. Raja memerintahkan untuk membangun benteng pertahanan di Canggu Lor.

Pada tahun 1254, Wisnuwardana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuwaraja (raja muda) dengan maksud mempersiapkannya menjadi raja besar di Kerajaan Singasari. Pada tahun 1268 Wisnuwardanameninggal dunia dan didharmakan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri sebagai Siwa.

  • Kertanegara (1268-1292)

Setelah ayahnya meninggal, Kertanegara naik tahta tahun 1268 M dan bergelar Sri Maharadiraja Sri Kertanegara. Ia merupakan raja paling terkenal di Singasari dan bercita-cita menjadikan singasari sebagai kerajaan yang besar. Maka untuk mewujudkan itu, Kertanegara melakukan perluasan daerah. Beberapa daerah yang berhasil ditaklukkan misalnya Bali, Kalimantan Barat Daya, Maluku, Sunda, dan Pahang. Kertanegara juga menjalin hubungan dengan kerajaan di luar nusantara misalnya dengan Raja Jayasingawarman III dan kerajaan Campa.

Pada tahun 1289 M utusan Cina yang dipimpin oleh Mengki datang, namun Mengki disuruh kembali kembali ke Cina oleh Kertanegara. Hal ini yang membuat kaisar Cina bernama Kubilai Khan dan berencana membalas tindakan tersebut.

Masa keruntuhan kerajaan singasari

Serangan dari Mongol dan usaha perluasan wilayah membuat pertahanan dalam negeri Singasari menjadi lemah. Hal ini dimanfaatkan oleh Jayatkawang, Pada tahun 1292  bupati Gelanggelang ini, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari Kertanagara sendiri menyerbu Ibukota. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh. Setelah runtuhnya Singasari, Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kerajaan Kadiri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun berakhir.

Kehidupan Agama dan peninggalan kerajaan singasari

Pada masa awal Singasari beragama Hindu, namun Kertanagara berhasil menyatukan agama Hindu aliran Syiwa dengan Budha aliran Tantrayana.

Kerajaan singasari meninggalkan beberapa peninggalan, diantaranya yaitu :

  1. Candi Jago

Candi ini memiliki bentuk menyerupai teras punden berundak yang di bagian atasnya terdapat sisa bangunan akibat tersambar petir. Terdapat pula sebuah relief Kunjakarna dan Pancatantra di bagian canfi ini. Secara keseluruhan, Candi Cago terbuat dari batu andesit.

2. Candi Singosari

Gambar 2. Candi Singosari
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Singasari

Candi ini berada di Kecamatan Singasari, Malang. Tepatnya berlokasi di kawasan lembah antara pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna. Candi ini dahulunya digunakan sebagai tempat pendharmaan Raja tersohor bernama Kertanegara.

3. Candi Kidal

Candi ini terletak 20 kilometer di sebelah timur kota Malang, tepatnya di desa Rejokidul, kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Jawa timur. Candi Kidal dibangun oleh Wisnuwardhana atau Ranggawuni pada tahun 1248 masehi. Dimana pembangunan candi Kidal ditujukan untuk menghormati Anusapati. Dan menjadikan Anusapati dipuja sebagai dewa Siwa. selain untuk mendoakan Anusapati, penggambaran relief Garudeya juga digunakan sebagai perawatan kepada ibunda sang Raja, yaitu Ken Dedes. Dimana Anusapati sangat menyanyangi ibunya yang selalu hidup dalam penderitaan. Dalam kepercayaan Jawa, ruwatan berfungsi agar raja yang diruwat kembali suci dan menjadi dewa.

4. Prasasti Singosari

Gambar 4. Prasasti Singosari
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Singhasari_1351

Prasasti Singhasari juga dikenal sebagai Prasasti Gajah Mada, adalah sebuah prasasti bertarikh tahun 1351 M, yang ditemukan di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan sekarang disimpan di Museum Gajah. Ditulis dengan Aksara Jawa. Prasasti ini ditulis untuk mengenang pembangunan sebuah caitya atau candi pemakaman yang dilaksanakan oleh Mahapatih Gajah Mada.

Daftar Pustaka :

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Sejarah Indonesia (Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Anonim. Kerajaan Singasari – Sejarah Lengkap Kerajaan Nusantara. https://histori.id/kerajaan-singasari/

Salamadian. 2019. KERAJAAN SINGOSARI : Letak, Sejarah, Silsilah, & Peninggalan Kerajaan. https://salamadian.com/kerajaan-singosari-letak-sejarah-silsilah-peninggalan-kerajaan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *