Kehidupan Masyarakat Pada Masa Praaksara

Tujuan pembelajaran :

1. Memahami pola hunian masyarakat pada masa praaksara

2. Memahami cara bertahan hidup masyarakat pada masa praaksara

3. Memahami sistem kepercayaan masyarakat pada masa praaksara

Sebelum sampai di masa modern yang serba praktis, teknologi canggih dan semuanya ada, seperti yang saat ini kita rasakan, masyarakat Indonesia pada jaman dahulu pernah mengalami masa praaksara lhoo. Apa sih masa praaksara itu ? Bagaimana kehidupan mereka pada masa praaksara itu ? Langsung saja kita simak penjelasan berikut.

Masa praaksara adalah suatu masa dimana masyarakat/manusia purba belum mengenal tulisan. Meskipun belum dapat diketahui secara pasti dan belum bisa dibuktikan, namun yang pasti masa praaksara dimulai sejak manusia purba mulai terdapat di bumi.

Pola Hunian Masyarakat pada Masa Praaksara

Pola hunian masyarakat/manusia purba pada masa praaksara mempunyai dua karakter khas, yaitu berdekatan dengan sumber air dan kehidupan di alam terbuka. Pola hunian itu dapat dilihat dari letak geografis situs-situs serta kondisi lingkungannya. Contoh dari pola hunian itu adalah situs-situs purba di sepanjang aliran Bengawan Solo (Sangiran, Sambungmacan, Trinil, Ngawi, dan Ngandong). Lingkungan tersebut berada di pinggir sungai yang artinya disitu juga bisa disebut sumber air. Keberadaan air tersebut mengundang hadirnya berbagai binatang dan tumbuhan untuk hidup disekitarnya, dan manusia juga memanfaatkan air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga tidak mengherankan jika mereka hidup di tempat yang dekat dengan sumber air.

Cara Bertahan Hidup Masyarakat pada Masa Praaksara

Berdasarkan hasil penelitian baik yang berwujud fosil maupun artefak lainnnya, manusia pada masa ini diperkirakan hidup dengan cara berburu dan meramu, masih bergantung pada alam untuk bertahan hidup. Mereka menerapkan pola hidup nomaden atau berpindah-pindah tergantung dari bahan makanan yang tersedia. Peralatan yang digunakan pun masih terbuat dari batu yang sederhana. Hal ini terutama berkembang pada manusia meganthropus dan pithecantropus. Masa manusia berburu dan meramu tersebut sering disebut dengan masa food gathering. Dalam perkembangannya, mulai ada sekelompok manusia purba yang bertempat tingga sementara misal di gua atau di tepi pantai.

Kemudian ada revolusi kebudayaan dari food gathering menuji food producing dengan homo sapien sebagai pendukungnya. Jadi, mereka tidak hanya mengumpulkan makanan namun juga memproduksi makanan dengan menanam. Mereka melihat biji-bijian sisa makanan yang tumbuh ditanah setelah tersiram air hujan. Dari situlah kemudian yang mendorong manusia pada masa itu untuk bercocok tanam. Apa yang mereka lakukan di sekitar tempat tinggalnya, lama kelamaan tanah disekelilingnya habis, dan mengharuskan mereka pindah. Ada yang membuka dengan menebang pohon untuk membuka lahan untuk bercocok tanam.

Hasil gambar untuk kehidupan masyarakat praaksara"
Gambar 1.1 kehidupan bercocok tanam masyarakat pada masa praaksara
Sumber : http://sejarahkelasx.blogspot.com/2014/06/kehidupan-ekonomi-manusia-indonesia_20.html

Kemudian sekitar tahun 2000 – 1500 SM mulai terjadi perpindahan orang dari rumpun bangsa austronesia dari yunnan ke kepulauan Indonesia. Kegiatan cocok tanam dan beternak mulai mengalami perkembangan. Dengan dibukanya lahan dan tersedianya air yang cukup maka terjadilah persawahan untuk bertani. Kedatangan orang Yunnan itu juga membawa dampak yaitu kegiatan pelayaran dan perdagangan mualu dikenal. Kegiatan bertanipun semakin berkembang karena manusia sudah mulai bertempat tinggal.

Sistem Kepercayaan Masyarakat pada Masa Praaksara

  • Sistem kepercayaan animisme.

Sistem kepercayaan ini memuja roh nenek moyang. Pada zaman praaksara terutama periode neolitikum, nenek moyang kita mengenal kepercayaan kehidupan setelah mati. Mereka meyakini bahwa roh seorang yang telah meninggal akan hidup di alam lain. Terkait dengan itu maka ada yang namanya upacara penguburan orang meninggal, dimana semakin kaya orang yang meninggal maka upacaranya juga semakin mewah dan barang berharga yang ikut dikubur juga semakin banyak.

Selain upacara penguburan ada juga upacara pesta untuk mendirikan bangunan suci. Mereka percaya bahwa manusia yang meninggal akan mendapatkan kebahagiaan jika mayatnya ditempatkan pada susunan batu-batu besar, misalnya pada peti batu atau sarkofagus. Sistem kepercayaan seperti itu telah melahirkan tradisi megalitik ( zaman megalitikum = zaman batu besar).

  • Sistem kepercayaan dinamisme

Dinamisme percaya bahwa ada benda-benda tertentu yang memiliki kekuatan ghaib sehingga benda itu sangat dihormati dan dikeramatkan

  • Sedekah laut

Upacara ini dikembangkan di kalangan masyarakat nelayan. Bentuknya ada yang selamatan apabila ingin berlayar sampai jauh, atau mungkin selamatan saat memulai pembuatan perahu.

Sumber :

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Sejarah Indonesia (Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Anonim. 2014. Kehidupan Ekonomi Manusia Indonesia pada Zaman Praaksara : Pada Masa Bercocok Tanam. http://sejarahkelasx.blogspot.com/2014/06/kehidupan-ekonomi-manusia-indonesia_20.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *