Kerajaan Sriwijaya

Penulis: Ema Dwi Pratiwi

Tujuan Pembelajaran:
1. Mengidentifikasi sejarah kerajaan Sriwijaya

2. Mengidentifikasi jejak-jejak sejarah kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya terletak di pulau Sumatera, kerajaan ini memiliki pengaruh besar terhadap nusantara karena menguasai wilayah Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa Barat dan kemungkinan Jawa Tengah. Namun, pada tahun 1044 kerajaan ini dikalahkan oleh Kerajaan Melayu.

Gambar 1. Bangunan Kerajaan Sriwijaya
Sumber: Mediamaya.net

Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan Budha yang didirikan sejaka abad ke-7 yang diperkuat dengan munculnya bukti prasasti Kedukan Bukit di Palembang (682). Mengenai nama kerajaan itu sendiri, kata Sriwijaya ini berasal dari bahasa Sansekerta “Sri” dengan arti “bercahaya” dan “Wijaya” artinya “kemenangan”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kerajaan ini adalah kemenangan yang gemilang atau bercahaya.

  1. Masa awal kerajaan Sriwijaya
    Pada tahun 692 Sriwijaya mengadakan ekspansi ke sekitar Melayu, dan akhirnya Melayu ditaklukkan oleh Sriwijaya
  2. Perkembangan Kerajaan Sriwijaya
    Kerajaan Sriwijaya terkenal karena kekuatan maritimnya, kekuatan tersebut membuat kerajaan ini mampu menguasai wilayah pulau Jawa, Sumatera, Kamboja, Semenanjung Malaya Thailand Selatan dan Pesisir Kalimantan. Berkat kekuasaannya tersebut, Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan yang menguasai kegiatan perdagangan di wilayah Asia-Tenggara pada masa itu. Sriwijaya merangkap menjadi pengendali rute perdagangan lokal yang saat itu semua kapal yang melintas kekuasaan wilayah Sriwijaya yaitu Malaka dan Selat Sunda dikenakan bea cukai . Bukan hanya itu saja, kerajaan ini juga mengumpulkan seluruh kekayaannya dari gudang perdagangan dan jasa pelabuhan.

    Beberapa faktor yang mendorong perkembangan Kerajaan Sriwijaya:
    a. Letak geografis dari Kota Palembang.
    Palembang sebagai pusat pemerintah terletak di tepi Sungai Musi. Di depan muara Sungai Musi terdapat pulau-pulau yang berfungsi sebagai pelindung pelabuhan di Muara Sungai Musi, kegiatan seperti ini sangat tepat untuk kegiatan pemerintahan dan pertahanan. Kondisi tersebut juga menjadikan Sriwijaya sebagai jalur perdagangan internasional dari India ke Cina atau sebaliknya
    b. Runtuhnya Kerajaan Funan di Vietnam
    Kerajaan Funan runtuh disebabkan oleh serangan dari Kamboja, sehingga keadaan tersebut memberi kesempatan Sriwijaya untuk cepat berkembang sebagai kerajaan maritim

  3. Lengsernya Kerajaan Sriwijaya
    Mulai runtunya Sriwijaya yaitu pada tahun 1007 dan 1023 Masehi Raja Rajendra Chola yang merupakan penguasa kerajaan Cholamandala menyerang Sriwijaya. Tujuan penyerangan ini adalah untuk meruntuhkan armada Sriwijaya, bukan menjajah. Keruntuhan ini membuat kondisi ekonomi Sriwijaya berangsur melemah sebab para pedagang yang sebelumnya berdagang di Sriwijaya semakin berkurang. Penyerangan ini berhasil merebut bandar-bandar kota Sriwijaya yang disebabkan oleh persaingan dalam bidang pelayaran dan perdagangan antara keduanya. Kemudian tahun 1183, saat Sriwijaya di pimpin oleh Sri Sanggaramawijayatunggawarman, kerajaan ini di serang oleh Kerajaan Melayu dan berhasil ditaklukkan, akhirnya Kerajaan Sriwijaya runtuh dan berakhir.
  4. Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
    Kerajaan Sriwijaya ini ditemukan lewat peninggalan-peninggalan yang ada, salah satunya adalah prasasti. Beberapa prasasti yang ditemukan diantaranya:

    a. Prasasti Kedukan Bukit, prasasti ini ditemukan di tepi Sungai Tatang dekat Palembang. Prasasti ini berangka tahun 605 Saka (683 M). Berisi tentang seorang bernama Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci (siddhayatra) dengan menggunakan perahu. Ia berangkat dari Minangatamwan dengan membawa tentara 20.000 personel
    b. Prasasti Talang Tuo
    Prasarti ini ditemukan di sebelah Barat Kota Palembang tepatnya di daerah Talang Tuo. Prasasti ini berangka tahun 606 Saka (684 M). Prasati ini berisi tentang pembangunan sebuah taman yang bernama Sriksetra yang dibuat oleh Dapunta Hyang Sri Jayananga
    c. Prasasti Telaga Batu
    Prasasti ini ditemukan di Palembang. Prasasti ini berisi tentang kutukan-kutukan yang menakutkan bagi mereka yang berbuat kejahatan.
    d. Prasasti Kota Kapur
    Prasasti ini ditemukan di Pulau Bangka, berangka tahun 608 Saka (656 M). Berisi tentang permintaan kepada para dewa untuk menjaga kedatuan Sriwijaya dan menghukum semua orang yang bermaksud jahat
    e. Prasasti Karang Berahi
    Prasasti ini ditemukan di Jambi, berangka tahun 608 Saka (686 M) memiliki isi yang sama dengan Prasasti Kota Kapur

Info grafis raja-raja yang pernah berkuasa di Sriwijaya

Gambar 2. Info grafis daftar raja-raja kerajaan sriwijaya


Referensi:
Putri, Risa Herdahita. Raja-raja yang bertakhta di Sriwijaya. https://historia.id/kuno/articles/raja-raja-yang-bertakhta-di-sriwijaya-Peka9 Diakses tanggal 1 Oktober 2019

Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Masa Kejayaan dan Masa Keruntuhan Serta Peninggalannya. https://www.mediamaya.net/kerajaan-sriwijaya-sejarah/ Diakses tanggal 1 Oktober 2019

Gunawan, Restu, dkk. 2014. Sejarah Indonesia. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *