Letak Strategis & Potensi Indonesia

Penulis: Ema Dwi Pratiwi

Tujuan Pembelajaran:

  • Siswa dapat menemukan potensi bangsa Indonesia karena berada di tempat sangat strategis pada Peta Dunia
  • Siswa dapat menemukan informasi tentang perkembangan Flora dan Fauna di Zona Wallace dan Weber.
Gambar 1. Potensi Indonesia di Bidang Pariwisata

Wilayah Indonesia berada di tempat strategis karena secara geografis Indonesia terletak pada posisi silang yaitu antara dua benua, yaitu benua Asia &  benua Australia, dan di antara dua samudera yakni  samudera Hindia dan samudera Pasifik. Letak yang strategis ini menempatkan Indonesia pada titik persilangan dari lalu lintas (perdagangan) dunia. Secara umum letak geografis suatu wilayah ditentukan dalam berbagai segi seperti segi astronomis, fisiografis, geologis dan sosial budaya. Letak geografis Indonesia ini sangatlah strategis sehingga memberikan keuntungan letak geografis indonesia dalam berbagai bidang, seperti :

  1. Bidang ekonomi

    Indonesia letaknya strategis dan menjadi lalu lintas perdagangan dunia sehingga hal ini menjadi keuntungan bagi Indonesia dalam bidang ekonomi. Sumber daya alam indonesia dalam bidang pertanian yang dapat menghasilkan berbagai jenis bahan pangan seperti beras, sayur-sayuran, buah-buahan dan budidaya tanaman jenis langka akan termanfaatkan dengan baik dalam kegiatan ekspor impor.

    Potensi Indonesia dalam bidang pertanian ini karena letak negara Indonesia yang berada di wilayah subur dan memiliki iklim tropis sehingga sangat mendukung dalam sektor pertanian seperti dapat meningkatkan kesuburan tanah dimana pada setiap jenis tanaman yang tumbuh di Indonesia sebagian besar tumbuh dengan subur dan menghasilkan uang.

    Dalam bidang perhutanan Indonesia memiliki wilayah yang luas dalam hal perhutanan. Salah satu yang dapat dimanfaatkan dari hutan tersebut adalah “kayu”, kayu dapat dijadikan negara untuk menambah devisa negara dengan mengekspor hasil hutan tersebut. Namun, harus menerapkan sistem tebang pilih.

    Dalam bidang kelautan Indonesia disebut sebagai negara Maritim dengan memiliki laut yang cukup luas dengan keanekaragaman hayati di laut yang cukup banyak sehingga dapat memanfaatkan hasil laut seperti ikan untuk di ekspor keluar negeri. Selain hasil laut, laut di Indonesia juga berpotensi untuk dijadikan sebagai wisata bahari. Perlu diketahui bahwa hasil laut Indonesia ini diminati oleh beberapa negara dunia, sehingga hal ini tentunya akan meningkatkan ekonomi negara.

  2. Bidang Transportasi
    Indonesia yang merupakan lalu lintas perdagangan internasional tentunya menerima dampak dari peningkatan transportasi modern dari negara maju. Dalam hal ini transportasi laut dan udara merupakan pilar utama dalam perdagangan dunia, maka dari itu Indonesia dapat melakukan transaksi pembelian alat transportasi untuk keperluan negaranya dan juga keperluan dalam perdagangan internasional
  3. Bidang Komunikasi
    Dalam bidang komunikasi Indonesia memiliki keuntungan lewat para pedagang asing yang masuk. Warga indonesia bisa belajar berbagai bahasa di dunia. Warga Indonesia sebagian besar dituntut untuk dapat berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang sangat penting dalam berbagai hal. 
  4. Bidang Sosial Budaya
    Indonesia yang memiliki keanekaragaman adat dan budaya inilah yang dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia ini memiliki keistemewaan tersendiri.
  5. Bidang Pariwisata
    Indonesia dapat memanfaatkan keindahan alam tersebut untuk lebih di perhatikan di eksplor untuk menarik wisatawan luar negeri yang berkunjung ke negara ini. Salah satunya adalah dengan menetapkan beberapa tempat tujuan wisata utama di Indonesia yang indah dan harganya terjangkau, salah satu yang sudah terkenal hingga saat ini adalah wisata di Bali yang memiliki sejuta keindahan alam tersendiri.

Kepulauan Indonesia terletak pada deretan gunung api sehingga berdampak menjadi daerah dengan tingkat keanekaragaman flora dan fauna yang sangat tinggi. Kekayaan alam dan kondisi geografis ini telah mendorong lahirnya penelitian dari bangsa-bangsa lain. Dari sekian banyak Penelitian terhadap flora dan fauna yang paling terkenal di antaranya adalah penelitian Alfred Russel Wallace yang membagi Indonesia dalam dua wilayah yang berbeda berdasarkan ciri khusus baik fauna maupun floranya. Pembagiannya yaitu Paparan Sahul di sebelah timur, Paparan Sunda di sebelah barat. Zona di antara paparan tersebut kemudian dikenal sebagai wilayah wallacea yang merupakan pembatas fauna yang membentang dari selatan hingga Selat Makassar ke arah utara. Fauna-fauna yang berada di sebelah barat garis pembatas itu disebut dengan indo-malayan region. Di sebelah timur disebut dengan Australia Malayan region. Garis tersebut yang dinamakan garis wallacea.

Gambar 2. Garis Wallace dan Garis Weber
Sumber: pengertianmenurutparaahli.net

Sependapat dengan Wallace, Max Wilhem Carl Weber seorang ahli Zoologi asal Jerman menemukan perbedaan yang signifikan di wilayah Indonesia yang berbeda. Weber menemukan bahwa fauna yang ada di Pulau Sulawesi berbeda dengan fauna di Kepulauan Maluku dan Papua. Weber kemudian membuat garis khayal yang dinamai garis Weber.

Dengan adanya garis Wallace dan garis Weber sebagai pembatas flora dan fauna, maka ragam fauna Indonesia terbagi menjadi 3 wilayah dengan tipe fauna yang berbeda diantaranya:

  • Fauna Tipe Asiatis (fauna dataran sunda)
    Fauna ini memiliki karakteristik banyak, terdiri dari hewan-hewan mamalia menyusui berukuran besar, aneka jenis kera, dan ikan-ikan air tawar. contohnya gajah, harimau, badak bercula satu dan badak bercula dua, beruang madu, orang utan, kancil, beo, kera.
  • Fauna Tipe Peralihan
    Fauna ini memiliki karakteristik yang mirip dengan tipe fauna Asiatis dan Australis. Contohnya yaitu kusku, babi rusa, anoa, biawak, tapir, burung kasuari, dan komodo
  • Fauna Tipe Australis ( fauna dataran sahul)
    Fauna ini memiliki karakteristik mempunyai kesamaan dengan fauna di benua Australia. contohnya kanguru pohon, burung cendrawasih, burung kasuari, burung betet, kaka tua, reptil, dan amphibi

Selanjutnya adalah flora, yaitu flora Asiatis. Memiliki nama “Asiatis” karena flora ini memlikiki kemiripam dengan flora yang tumbuh dan berada di benua Asia. Persebarannya di wilayah Indonesia bagian barat yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Beberapa jenis Flora dan fauna tipe Asiatis diantaranya:

  • Tumbuhan Meranti- merantian ( Dipterocarpus )
    Tumbuhan ini banyak tumbuh di wilayah Asiatis dan menjadi jenis epifit yang menjadi tumbuhan khas di wilayah Asiatis. Tumbuhan Meranti- merantian ini banyak di temukan di hutan hujan tropis yang banyak terdapat di wilayah Indonesia bagian barat.
  • Berbagai jenis rotan
    Rotan menjadi salah satu tumbuhan yang paling berguna di Indonesia. Rotan ini ternyata menjadi salah satu tumbuhan tipe Asiatis yang banyak terdapat di wilayah Indonesia bagian barat.
  • Berbagai jenis nangka
    Nangka merupakan buah khas Indonesia yang tumbuh di wilayah barat Indonesia
  • Rafflesia Arnoldi
    Gambar 3. Bunga Rafflesia Arnoldi (Sumber: tirto.id)

    Rafflesia Arnoldi merupakan flora endemik yang sangat terkenal di dunia. Flora ini merupakan flora yang hanya tumbuh di wilayah Sumatera dan Jawa. Tidak ada tempat lain yang ditumbuhi oleh tumbuhan ini. Tumbuhan ini hanya terdiri atas bunga saja dan mempunyai ukuran sangat besar.

  • Lumut
    Flora tipe Asiatis yang selanjutnya adalah lumut. Berbagai jenis lumut banyak ditemukan di hutan hujan tropis yang memiliki udara lembab. Oleh karena itulah banyak lumut yang akan hidup. Berbagai jenis lumut ini juga merupakan flora khas Asiatis.
  • Cendawan
    Pohon cendawan juga merupakan salah satu jenis flora Asiatis yang ada di wilayah Indonesia bagian barat.
  • Paku- pakuan
    Flora tipe Asiatis yang tumbuh di wilayah Indonesia bagian barat banyak terdapat tanaman paku- pakuan. Berbagai jenis tanaman paku- pakuan ini merupakan tanaman khas atau flora tipe Asiatis yang tumbuh di wilayah Indonesia.
  • Anggrek
    Bunga Anggrek merupakan salah satu bunga khas Indonesia dan juga khas Asia. Bunga ini banyak ditemukan di hutan- hutan di Indonesia. Bunga Anggrek merupakan tanaman yang hidup menempel di tumbuhan lainnya. Ada salah satu jenis Anggrek yang juga menjadi flora endemik Indonesia yaitu Anggrek Tien Soeharto yang hanya tumbuh di daerah Tapanuli Utara, Sumatera Utara
  • Pohon Jati
    Pohon jati merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang banyak tumbuh di pulau Jawa. Taman jati yang kaya manfaat ini ternyata merupakan tanaman khas dari Asia yang mempunyai ciri khas akan menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan.

Referensi:
Gunawan, Restu, dkk. 2014. Sejarah Indonesia. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

2017. Garis Wallace: Pengertian, Letak, dan Flora Fauna yang Hidup. https://ilmugeografi.com/biogeografi/garis-wallace Diakses tanggal 9 Desember 2019

2016. Pengertian garis weber dan wallace. http://www.pengertianmenurutparaahli.net/wp-content/uploads/2016/04/PENGERTIAN-GARIS-WEBER-DAN-WALLACE.jpg . Diakses tanggal 9 Desember 2019

Damaledo, Yandri Daniel. 2018. Kisah Penemuan Bunga Rafflesia arnoldi di Bengkulu. https://tirto.id/kisah-penemuan-bunga-rafflesia-arnoldi-di-bengkulu-cCYS Diakses tanggal 9 Desember 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *