Peran Bahasa

Penulis: Ema Dwi Pratiwi

Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa diharapkan mampu menganalisis peran penting bahasa
2. Siswa diharapkan mampu mendeskripsikan perkembangan bahasa di indonesia

Sebenarnya bahasa memiliki peran yang strategis dalam proses integrasi. Kepulauan Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau yang ditinggali oleh aneka ragam suku bangsa. Tiap-tiap suku bangsa memiliki bahasa masing-masing. Untuk mempermudah komunikasi antarsuku bangsa, diperlukan satu bahasa yang menjadi bahasa perantara dan dapat dimengerti oleh semua suku bangsa. Jika tidak memiliki kesamaan bahasa, persatuan tidak akan terjadi karena di antara suku bangsa timbul kecurigaan dan prasangka lain akibat dari tidak pahamnya bahasa.

Bahasa merupakan sarana pergaulan. Bahasa Melayu digunakan hampir di semua pelabuhan-pelabuhan di Kepulauan Nusantara. Bahasa Melayu sejak zaman kuno sudah menjadi bahasa resmi negara Melayu (Jambi). Pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, bahasa Melayu dijadikan bahasa resmi dan bahasa ilmu pengetahuan. Hal ini dapat dibuktikan dalam Prasasti Kedukan Bukit tahun 683 M, Prasasti Talang Tuo tahun 684 M, Prasasti Kota Kapur tahun 685 M, dan Prasasti Karang Berahi tahun 686 M.

Para pedagang di daerah-daerah sebelah timur Nusantara, juga menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Dengan demikian, berkembanglah bahasa Melayu ke seluruh Kepulauan Nusantara. Awal mulanya bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa dagang. Akan tetapi lambat laun bahasa Melayu tumbuh menjadi bahasa perantara dan menjadi lingua franca di seluruh Kepulauan Nusantara. Di Semenanjung Malaka (Malaysia seberang), pantai timur Pulau Sumatra, pantai barat Pulau Sumatra, Kepulauan Riau, dan pantai-pantai Kalimantan, penduduk menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pergaulan.

Masuk dan berkembangnya agama Islam, mendorong perkembangan bahasa Melayu. Buku-buku agama dan tafsir al-Qur’an juga mempergunakan bahasa Melayu. Ketika menguasai
Malaka, Portugis mendirikan sekolah-sekolah dengan menggunakan bahasa Portugis, namun kurang berhasil. Pada tahun 1641 VOC merebut Malaka dan kemudian mendirikan sekolah-sekolah dengan menggunakan bahasa Melayu. Jadi, secara tidak sengaja, kedatangan
VOC secara tidak langsung ikut mengembangkan bahasa Melayu.

Gambar 1. Ragam bahasa dunia (Sumber: zenius.net)

Lambat laun perkembangan bahasa semakin meningkat, munculah ragam bahasa yang lain. contohnya bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia merupakan salah satu ragam bahasa Melayu Riau yang mengalami perubahan pada perkembangannya karena digunakan sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke- 20, kemudian digantilah namanya dari “Bahasa Melayu” ke “Bahasa Indonesia”. Penggantian nama tersebut merupakan perwujudan semangat kebangsaan para pemuda saat itu dan untuk menghindari kesan imperialisme bahasa apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.

Penggunaan bahasa Indonesia ( Bahasa Melayu ) sebagai bahasa negara Indonesia didasari karena bahasa Indonesia merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan, dan bahasa perdagangan. Bahasa Indonesia ini juga telah dikenal oleh banyak masyarakat bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di Nusantara. Selain itu sistem bahasa ini mudah dipelajari dan memiliki sifat yang terbuka yaitu menerima pengaruh dari bahasa lain.

Dalam dekade selanjutnya bahasa Indonesia diangkat menjadi bahasa nasional. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional karena telah disetujui oleh masyarakat di seluruh kawasan Indonesia dan telah ditegaskan kedudukannya sebagai bahasa nasional dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional”. Kemudian bahasa Indonesia sebagai bahasa negara telah dibuktikan dengan dikukuhkannya sebagai bahasa negara yang tertuang dalam UUD  Negara RI tahun 1945, Bab XV, Pasal 36 yang berbunyi “ bahasa negara adalah Bahasa Indonesia ” dan juga pada Bulir ketiga Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Referensi:
Wasino, dkk. 2014. Sejarah Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Yuuji. 2017. Bahasa Indonesia itu Gampang atau Susah, sih?. https://www.zenius.net/blog/16535/belajar-bahasa-indonesia Diakses tanggal 1 Oktober 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *